Cintailah Kegagalan, Balaslah Dengan Kegigihan


Penulis : Devi Dirgantini

Kegagalan adalah hasil perjuangan keras tidaknya seseorang untuk menggapai impian yang diinginkannya. Kadangkala, orang yang berjuang sekeras apapun mengalami kegagalan. Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa “Kegagalan akan menimpa seseorang yang tidak mau berjuang atau minimnya bekerja keras”. Saya menyatakan persepsi itu 50% benar dan 50% salah.

Latar belakang untuk membuktikan hal itu, bisa Anda lihat bagaimana kegigihan seorang penulis. Ada yang sudah dua tahun berjuang dalam hal menulis, tetapi dia selalu gagal dan kalah dalam memenangkan kompetesi atau event-event menulis tertentu. Tetapi, berbeda bagi mereka yang gigih. Bedanya, karena mereka selalu menganggap kegagalan itu adalah ujian dari Yang Maha Kuasa. Ingatkah Anda dengan penemu lampu bohlam? Ya, dia adalah ilmuwan yang mengalami kegagalan hingga 999 kali, barulah setelah itu dia berhasil. Luar biasa! Lalu, apakah dengan kegagalan kita yang masih secuil ini, kita akan menyerah begitu saja?

Cintailah kegagalan, balaslah dengan kegigihan


Adapun cerita lain, mungkin Anda sering sekali mendengar seorang yang malas, menghabiskan waktunya untuk bermain, nongkrong, tidak pernah belajar, dan kekurangan lainnya. Tetapi, ketika itu dia bisa meraih nilai UN tertinggi di sekolahnya. Hingga seseorang yang diakui cerdas dan pintar bahkan berprestasi sekali pun, tiba-tiba diabaikan. Ini adalah suatu keberuntungan. Kalau kita melihat kemungkinan, ada dua hal yang dapat ditarik.

Pertama, mungkin saja dia pulang sekolah main, lalu pulang malam terus. Tapi, siapa yang tahu kalau misalnya dia belajar di malam hari, ya minimal bangun jam 4 pagi.
Kedua, ini faktor keberuntungan. Misalkan saat dia ujian, dia hanya menebak jawaban, karena tidak bisa nyontek. Dengan alasan, paket UN nya ada 20.

Nah, pada dasarnya kegagalan adalah  sebuah ujian. Ketika kita gagal, Allah akan memberi kita banyak pelajaran. Dia bukan membuat kita kalah, itu sesungguhnya. Apa saja pelajaran yang kita dapat?
  1. Allah memberi kesempatan bagi kita untuk mengkoreksi hal yang salah.
  2. Kita dapat mengukur sejauh mana kemampuan kita.
  3. Kita diminta oleh-Nya untuk tetap bersabar dan berjuang.
  4. Belajar menerima ujian-Nya dengan lapang dada.
  5. Allah menguji dengan sebuah cara, akankah kita berhenti berjuang hingga di sini ataukah kita akan terus berjuang?


Ingatlah! Allah tidak pernah menganiaya hamba-hamba-Nya. Justru Dia memberi kita kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Siapa tahu, kala itu kita sering melupakan-Nya.


Akuilah kegagalan dan imbangi kegagalan dengan kegigihan. Sesungguhnya, orang yang berjuang di jalan Allah adalah orang yang beruntung. Karena, berjuang di jalan-Nya adalah JIHAD!


Ayo berteman dengan Devi Dirgantini, atau baca postingannya, gadis muda sang motivator!
kunjungi : hauntnewbie.blogspot.com
"Wanita Penuh Perjuangan"

Postingan terkait: