Air Mata Syair Negeriku

Air Mata Syair Negeriku

Mengingat perjuangan Indonesia untuk merdeka, begitu kagumnya para pemuda memperjuangkan negeri ini. Mereka rela berkorban hingga titik darah penghabisan. Namun, lihatlah sekarang ini! Sesungguhnya, sesuatu bukan berubah karena zaman. Tetapi, sesuatu berubah karena masyarakat miskin sekali dalam berfikir untuk maju. Dalam hal teknologi misalnya, ketika negara lain mencptakan inovasi baru seperti hp, negeri ini justru cenderung menerima hasil. Artinya, mereka telah merasa cukup dengan hadirnya teknologi, dan tanpa harus menciptakan lagi. Hal ini menjadi kunci negeri lain untuk mendapatkan devisa yang lebih besar.

Faktor miskinnya berfikir maju, ternyata bukan hanya dilandasi oleh teknologi yang super canggih. Tetap, pendidikan pun menjadi faktor kedua. Berlebihan dalam menikmati teknologi, membuat seseorang malas belajar, apalagi berfikir maju. Ini merupakan hambatan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sebagai simulasi, ketika Anda kecanduan bermain game online, Anda akan terus membuang waktu demi memenangkan game online (hadiah). Tapi pernahkah Anda berfikir, "ketika saya menikmati dan hanya sebagai konsumen. Bisakah saya menciptakan inovasi baru?" Sayangnya, teknologi seolah menyihir cara berfikir generasi muda negeri ini. Sehingga, dengan mudahnya orang-orang asing keluar-masuk Indonesia, dan membawa pulang harta dari negeri ini. Hal ini semakin jelas terlihat oleh mata telanjang kita. Di sudut kota kecil misalnya, di pasar Kalijat. Saya mengamati, banyak sekali orang-orang Cina membuka usaha teknologi. Sehingga, bukan hal yang tidak mungkin, jika Indonesia beralih ke tangan orang-orang Cina.

"Tanahku yang ku cinta, engkau ku hargai." Setiap orang pasti hafal betul lagu kewajiban Indonesia tersebut. Sayangnya, kini lagu itu tinggal kenangan. Lagu itu hanya menjadi syair semata, sedang maknanya tak diamalkan untuk negeri. Seharusnya, kita bersyukur. Indonesia tidak meminta kita untuk perang melawan penjajah seperti dulu. Kita tidak perlu mati-matian membela negeri yang sudah merdeka ini. Negeri ini diwariskan untuk kita. Kita yang harus menjaganya, harus mempertahankan "Kemerdekaan", salah satunya dengan berfikir maju demi negeri ini.




http://hauntnewbie.blogspot.com/2014/10/air-mata-syair-negeriku-oleh-devi.html

Postingan terkait: